Film Wonder Woman 1984 Munculkan Batu Bertuah

Prince Diana atau Wonder Woman menjadi salah satu sosok superhero kesayangan. Di film terbarunya yang tayang tahun 2020, Wonder Woman 1984 memiliki latar tahun 1984 di mana Prince yang diperankan oleh Gal Gadot muncul kembali sebagai arkeolog setelah 70 tahun dari kemunculan pertamanya. Wonder woman 1984 yang selanjutnya disebut WW84 telah mengobati kerinduan pecinta Avenger terutama untuk sosok superhero perempuan yang telah membasmi kejahatan dan menghalangi niat buruk musuh.

Diana di tahun 1984 bekerja di Smithsonian Institute di Washington DC sebagai arkeolog dan antropolog. Dia senang sekali meneliti togel hari ini dan mempelajari budaya khususnya peradaban dari mediterania kuno. Saat bekerja dia bertemu dengan Barbara Ann Minerva yang diperankan oleh Kristen Wiig. Mereka dengan mudah berteman dan menemukan kesamaan satu sama lain. meskipun demikian Barbara terlihat lebih inferior karena begitu kaku dan sulit bergaul terutama dengan lawan jenis.

Keadaan Berubah Saat Hadir Batu Bertuah

Sebagai peneliti budaya, kehadiran batu batu yang dianggap bertuah adalah hal biasa. Namun ketika Barbara berubah menjadi lebih berani, Diana pun mulai curiga dengan batu bertuah yang ada di dalam institute. Terlebih ada Maxwell Lord yang diperankan oleh Pedro Pacsal yang mengaku memiliki batu ajaib yang bisa mewujudkan semua keinginan. Prince Diana pun secara tidak sengaja berharap hadir kembali Steve Trevor yang merupakan lawan mainnya di film Wonder Woman sebelumnya. Steve Trevor yang diperankan oleh Chris Pine pun hadir di film ini.

Film WW84 disutradai oleh Patty Jenkins, menampilkan pertandingan suku asal Diana di awal film. Musuh utama WW84 di dalam film ini adalah Cheetah yang merupakan musuh bebuyutan wonder woman. Ada hal baik di dalam film WW84 di mana Diana memliki kostum baru  berwarna emas yang disebut sebagai Golden Eagle Armor. Kostum ini dikeluarkan untuk bisa memberikan pengaruh besar terhadap masyarakat dunia yang sudah terpengaruh oleh batu yang dimiliki oleh Maxwell Lord.

Selain menjadi sutradara, Patty Jenkins juga berperan sebagai penulis bersama dengan Geoff Johns. Produksi film WW84 dilaksanakan di Landmark Mall, 5801 Duke Street, Alexandria, Virginia dan USA. Semuanya dikemas dengan apik oleh Matthew Jensen. Berdasarkan film yang sudah ada yang dimiliki oleh DCEU, rupanya WW84 ini adalah dilm yang paling sukses dan menjadi franchise film superhero yang mampu mendompleng kerugian akibat film lainnya.

Alur Baru dan Berbeda dari Film Sebelumnya

Produksi film WW84 terlihat berbeda dibandingkan dengan film sebelumnya. Fokus setting ada di tahun 1984 namun beberapa adegan memperlihatkan masa lalu Gal Gadot aliasDiana bersama dengan Steve. Di dalam olimpiade Amazon di tayangan pertama WW84 dapat dipastikan bahwa Patty Jenkins ingin penonton memiliki kenangan tentang Diana kecil yang sampai hadirnya film ini masih hidup meskpun harus hidup sendiri, kesepian dan memiliki kerinduan terhadap orang orang yang pernah mengisi hidupnya. The power of love masih menjadi tagline untuk film WW4. Oleh karena itu film ini layak ditonton untuk memunculkan kembali semangat hidup yang didasarkan pada kasih sayang dan menghindarkan keserakahan sebagai manusia. Diana di dalam film Wonder Woman 1984 akan mengingatkan penonton pada Clark Kent atau Steve Rogers yang memiliki idealism berkaitan dengan cintah dan bagaimana moralitas tumbuh atas adanya kasih sayang. Makin penasaran? Tonton filmnya secara lengkap!